Nadirsyah Hosen – Monash University

Nadirsyah Hosen adalah seorang akademisi Indonesia yang mengajar di Fakultas Hukum, Monash University sejak tahun 2015. Menyelesaikan pendidikan jenjang sarjana di IAIN Syarif Hidayatullah (kini UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), pria kelahiran 8 Desember 1973 ini kemudian berhasil meraih dua gelar master sekaligus, yakni Master of Arts di University of New England dan Master of Laws di University of Nothern Territory.

Tidak berhenti di situ, akademisi berprestasi asal Indonesia ini juga meraih dua PhD di luar negeri, yakni PhD di bidang Ilmu Hukum di University of Wollongong dan PhD dalam bidang Hukum Islam di National University of Singapore. Maka dari itu, prestasi serta kualitas akademis dari Pak Dosen yang satu ini tidak perlu diragukan lagi.

Sulfikar Amir – NTU

Sulfikar Amir adalah seorang pengajar tetap di School of Social Sciences, Nanyang Technological University, khususnya di bidang science, technology, and society. Selain menjadi dosen, pria yang mendapat gelar Doktor di Rensselaer Polytechnic Institute (RPI) ini juga merupakan seorang peneliti aktif.

Sulfikar Amir telah menerbitkan puluhan jurnal pendidikan bertaraf internasional, terlebih lagi, ia juga merupakan salah satu yang mendorong digratiskannya vaksin COVID-19 di Indonesia, lho!

Ismail Fajrie Atalas – NYU

Selanjutnya adalah akademisi yang cukup terkenal sebagai public figure di Indonesia, yakni Ismail Fajrie Atalas. Pria kelahiran Semarang ini kini menjabat sebagai dosen di bidang Sejarah dan Antropologi di New York University.

Setelah kelulusan S2-nya dari jurusan Sejarah di National University of Singapore, Ismail Fajrie Atalas lantas melanjutkan pendidikan S3 dan mendapat gelar doktor dalam bidang Sejarah dan Antropologi di University of Michigan. Ismail juga memiliki channel YouTube pribadi di mana ia mengunggah video edukatif tentang Sejarah Islam.

Nelson Tansu – Lehigh University

Nelson Tansu adalah salah satu professor termuda di Amerika Serikat. Pada awalnya, pria ini adalah penerima beasiswa Bohn’s Scholarship yang membiayainya untuk berkuliah di Universitas Winsconsin-Madison. Prestasi serta kemampuan akademiknya yang berkualitas membuatnya terus-menerus mendapat beasiswa hingga ia meraih gelar doktor dalam bidang Electrical Engineering di universitas yang sama.

Kini, pria yang telah memperoleh 11 penghargaan dan 3 hak paten atas penelitiannya tersebut berkarir sebagai pengajar di Fakultas Teknik, Leigh University.

Ken Kawan Soetanto – Toin University of Tokyo

Ken Kawan Soetanto adalah dosen berkebangsaan Indonesia yang berhasil menyandang empat gelar doktor di Jepang. Pria kelahiran Surabaya ini kini berprofesi sebagai pengajar sekaligus ketua dari program Biomedical Engineering, Department of Control dan System Engineering.

Tidak berhenti di situ, Ken Kawan Soetanto juga menjabat sebagai Wakil Dekan di International Affairs of Waseda University, lho! Prestasi yang dimiliki oleh professor lulusan University of Tokyo ini memang patut diacungi jempol.

Ada yang pengen seperti mereka?

Yuk cek dulu Bahasa Inggrismu.

If you think your English is good enough, I challenge you to write any words that start with C and end with R!