MEMAHAMI KONSEP WRITING IELTS

Tidak sedikit yang bilang bahwasannya komponen soal IELTS yang paling sulit adalah bagian writing test dibandingkan dengan reading, listening, dan speaking. Menurut sebuah penelitian, nilai skor rata-rata paling rendah orang Indonesia ada pada bagian writing test. Bahkan untuk native speaker, writing test juga merupakan bagian yang sulit pada tes IELTS. Lalu mengapa banyak peserta yang jatuh nilainya pada writing test ? Salah satu alasannya karena belum memahami konsep soal pada writing IELTS. Maka dari itu, yuk kita kenalan dulu dengan konsep writing IELTS.

Dalam writing IELTS test, hanya terdapat dua soal. Pada soal pertama, teman-teman T-Ners akan dihadapkan dengan sebuah tabel, diagaram, peta, chart, atau grafik. Jawaban yang dibutuhkan dalam soal ini (kebanyakan) hanya diminta untuk mendeskripsikan trend data yang ada atau pun keunikan yang muncul dalam data. Deskripsiskan jawaban pada soal tersebut dengan bahasa yang formal, menarik, tidak monoton, dan minim kesalahan grammar yang dijelaskan kurang lebih 150 kata.

Pada jawaban soal nomor satu ini, hindari jawaban yang bersifat opini dan pandangan kalian terhadap data yang ada. Cukup berikan deskripsi yang tepat beserta penjelasannya terkait data yang dimunculkan.Hal yang perlu diingat adalah telitilah dalam membaca instruksi soal sebelum menjawab. Hal ini sangat penting agar tulisan kalian tidak keluar terlalu jauh dari perintah yang diminta. Yang lebih penting lagi, pastikan jumlah kata yang ditulis pada lembar jawaban soal nomor satu tidak kurang dari 150 kata dan juga tidak lebih terlalu banyak dari 150 kata. Cara paling efektif untuk mengetahui apakah jumlah tulisan kita sudah cukup atau belum yakni dengan sering berlatih menulis dan menjawab soal.

Dalam soal writing IELTS test yang kedua, teman-teman T-Ners akan menemukan sebuah pernyataan cukup singkat yaitu hanya sekitar 1-2 kalimat. Kemudian kalian diminta untuk merespon pernyataan tersebut apakah kalian setuju atau tidak atau apakah pernyataan tersebut benar atau salah. Saat menjawab soal kedua ini kalian bisa memberikan opini dan pandangan ataupun pengalaman kalian terkait dengan pernyataan yang ada.

Namun harap selalu diingat bahwa jawaban yang harus kalian tulis adalah menggunakan bahasa formal, jawab tepat sasaran sesuai topik, dan minim kesalahan pada grammar. Minimal kata yang diminta untuk menjawab soal nomor dua ini adalah 250 kata. Oleh karena itu, usahakan tidak menulis jawaban kurang dari 250 kata dan tidak terlalu lebih banyak dari 250 kata. Seperti saran minol sebelumnya, seringlah berlatih menulis agar kalian terbiasa dan tahu dengan kapasitas jawaban yang kalian tulis.

Belajar writing akan lebih mudah jika teman-teman T-Ners memiliki satu rekan belajar atau bisa kita sebut sebagai mentor yang bertugas untuk mengoreksi tulisan. Hal ini dibutuhkan agar teman-teman bisa lebih cepat mengembangkan kemampuan menulis secara akademis dalam bahasa Inggris yang digunakan pada saat menjawab soal-soal writing IELTS. Tidak hanya itu, dengan adanya mentor, kalian akan lebih mudah mengidentifikasi kelemahan dan kesalahan kalian saat menulis.

Bingung mencari partner belajar dan juga mentor? Tenang! Titik Nol English Course punya solusinya. Belajar di Titik Nol English Course, teman-teman tidak hanya mendapat partner belajar yang saling mendukung dan punya tujuan yang sama tetapi juga akan mendapat mentor yang berkualitas dibidangnya. So, tunggu apa lagi? Ikuti kelas kami dan rasakan manfaatnya belajar bersama Titik Nol English Course. Mau belajar online bareng Titik Nol? klik disini.

Dapatkan informasi lebih lengkap dengan follow instagram @titiknolenglish ya! (-FH-)